PROMOSI PENYAKIT TIDAK MENULAR MELALUI EDUKASI, SKRINING, DAN KONSELING GAYA HIDUP SEHAT

Miranti Dwi Hartanti, Lilis Khairani, Raden Ayu Tanzila, Ni Made Elva Mayasari, Aqila Meisya Putri Nurfauza, Rizky Andelina

Abstract


Penyakit diabetes melitus terus meningkat pada kelompok usia dewasa dan lansia sehingga diperlukan upaya preventif berbasis komunitas yang mampu meningkatkan pengetahuan serta mendeteksi individu dengan risiko tinggi. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi mengenai penyakit DM, mengukur risiko peserta melalui instrumen terstruktur, serta mendorong perubahan perilaku melalui konseling gaya hidup. Pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan promotif dan preventif melalui kegiatan edukasi kesehatan, skrining faktor risiko, serta konseling gaya hidup sehat pada kelompok masyarakat berisiko penyakit tidak menular (PTM), yaitu diabetes melitus. Kegiatan dilaksanakan di Klinik Dokter Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang pada Kamis, 30 Oktober 2025 dengan melibatkan 50 (lima puluh) peserta berusia 45-60 tahun yang direkrut secara purposive dari masyarakat yang tinggal di sekitar klinik. Kegiatan dilaksanakan dalam satu sesi selama kurang lebih 3 (tiga) jam yang terdiri atas beberapa tahapan kegiatan. Tahapan pertama berupa sosialisasi dan edukasi mengenai faktor risiko, pencegahan, serta deteksi dini diabetes melitus menggunakan metode ceramah interaktif dan diskusi tanya jawab dengan media presentasi. Tahap kedua berupa pelaksanaan skrining faktor risiko diabetes melitus melalui pengisian kuesioner penilaian faktor risiko yang diadaptasi dari instrumen Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC) yang telah divalidasi secara internasional. Tahap ketiga adalah pemeriksaan kesehatan sederhana yang meliputi pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan) menggunakan timbangan digital dan mikrotoise untuk menghitung indeks massa tubuh (IMT), serta pemeriksaan tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital terkalibrasi. Variabel yang diamati dalam kegiatan ini meliputi tingkat pengetahuan peserta mengenai diabetes melitus, faktor risiko perilaku, serta kategori risiko diabetes melitus berdasarkan hasil skrining. Peserta yang teridentifikasi memiliki kategori risiko sedang dan tinggi selanjutnya diberikan konseling indivdu mengenai modifikasi gaya hidup sehat, termasuk pengaturan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, serta pengendalian faktor risiko lainnya yang dilakukan secara individual oleh dokter ahli penyakit dalam bagi peserta yang teridentifikasi memiliki kategori risiko sedang dan tinggi. Konseling dilakukan secara tatap muka selama kurang lebih 10-15 menit per peserta dengan pendekatan komunikasi interpersonal berbasis edukasi kesehatan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan distribusi tingkat pengetahuan peserta, profil faktro risiko diabetes melitus, kategori risiko kesehatan, serta kecenderungan perubahan perilaku kesehatan setelah intervensi edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah edukasi dengan nilai rerata 78,6 ± 9,4 dan nilai median 80, dengan nilai minimal 52 dan maksimal 96 . Sebagian besar peserta berada pada kategori risiko sedang dan tinggi, di mana 38,2% berada pada kategori risiko sedang dan 20,7% berada pada kategori risiko tinggi.  Mayoritas peserta yang menerima konseling melaporkan peningkatan aktivitas fisik serta perubahan pola makan menjadi lebih sehat dengan rerata 71,3 ± 8,1 dan median 72, serta rentang nilai minimal 55 hingga maksimal 89 . Kegiatan ini menyimpulkan bahwa edukasi yang terstruktur dan skrining berbasis komunitas efektif meningkatkan kesadaran dan perilaku pencegahan penyakit DM. Program serupa direkomendasikan untuk diterapkan secara berkala pada layanan primer guna memperkuat deteksi dini dan pencegahan penyakit tidak menular.

Full Text:

PDF

References


Akbar, M. A., Sahar, J., Rekawati, E., Sartika, R. A. D., & Gupta, P. (2025). The Effect of Community Based Intervention on People with Type 2 Diabetes Mellitus: Systematic Review. Public Health of Indonesia, 11(S1), 39–51. https://doi.org/10.36685/phi.v11iS1.884

Ali, M. K., Echouffo-Tcheugui, J. B., & Williamson, D. F. (2012). How Effective Were Lifestyle Interventions In Real-World Settings That Were Modeled On The Diabetes Prevention Program? Health Affairs, 31(1), 67–75. https://doi.org/10.1377/hlthaff.2011.1009

Anshari, R., Sutiningsih, D., Setiani, O., & Fitriangga, A. (2025). Diabetes Mellitus Knowledge Among Communities in Pontianak City: A Cross-Sectional Study in Primary Care . The Journal of Academic Science, 2(2), 715–722.

Bhunga, Y. S., Setyo Upoyo, A., & Nuriya, N. (2023). Determinant Factors of Diabetes Prevention Behavior in Students with Diabetes Mellitus Risk. Nurse Media Journal of Nursing, 13(3), 308–319. https://doi.org/10.14710/nmjn.v13i3.47123

ElSayed, N. A., Aleppo, G., Aroda, V. R., Bannuru, R. R., Brown, F. M., Bruemmer, D., Collins, B. S., Cusi, K., Das, S. R., Gibbons, C. H., Giurini, J. M., Hilliard, M. E., Isaacs, D., Johnson, E. L., Kahan, S., Khunti, K., Kosiborod, M., Leon, J., Lyons, S. K., … Gabbay, R. A. (2023). Summary of Revisions: Standards of Care in Diabetes 2023. Diabetes Care, 46(Supplement_1), S5–S9. https://doi.org/10.2337/dc23-Srev

Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (2015). Health behavior: theory, research, and practice. In Jossey-bass public health.

Group, D. P. P. R. (2002). Reduction in the Incidence of Type 2 Diabetes with Lifestyle Intervention or Metformin - NEJMoa012512. New England Journal of Medicine, 346(6).

Hossain, Md. J., Al‐Mamun, Md., & Islam, Md. R. (2024). Diabetes mellitus, the fastest growing global public health concern: Early detection should be focused. Health Science Reports, 7(3). https://doi.org/10.1002/hsr2.2004

International Diabetes Federation. (2025a). Diabetes Facts & Figures.

International Diabetes Federation. (2025b). The Diabetes Atlas.

Kebijakan Pembangunan Kesehatan, B. (2024). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 Dalam Angka: Data Akurat Kebijakan Tepat.

Lindström, J., & Tuomilehto, J. (2003). The diabetes risk score: A practical tool to predict type 2 diabetes risk. Diabetes Care, 26(3). https://doi.org/10.2337/diacare.26.3.725

Magliano DJ, & Boyko EJ. (2021). IDF Diabetes Atlas 10th edition scientific committee. IDF DIABETES ATLAS [Internet]. 10th ed. Brussels: International Diabetes Federation. Idf Diabetes Atlas.

Mivtahurrahimah, & Sevtiyani, I. (2025). Unhealthy Lifestyle and Limited Health Monitoring as Key Risk Factors for Diabetes Mellitus: Evidence From the 2023 Indonesian Health Survey. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 10. https://doi.org/10.14710/jekk.v10i3.28184

Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa, Pub. L. HK.01/07/MENKES/603/2020 (2020).

Rachmawati, U., Sahar, J., & Wati, D. N. K. (2019). The association of diabetes literacy with self-management among older people with type 2 diabetes mellitus: a cross-sectional study. BMC Nursing, 18(S1), 34. https://doi.org/10.1186/s12912-019-0354-y

Saeedi, P., Petersohn, I., Salpea, P., Malanda, B., Karuranga, S., Unwin, N., Colagiuri, S., Guariguata, L., Motala, A. A., Ogurtsova, K., Shaw, J. E., Bright, D., & Williams, R. (2019). Global and regional diabetes prevalence estimates for 2019 and projections for 2030 and 2045: Results from the International Diabetes Federation Diabetes Atlas, 9th edition. Diabetes Research and Clinical Practice, 157, 107843. https://doi.org/10.1016/j.diabres.2019.107843

Said, A., Nofitasari, A., & Putri, A. N. (2026). Community-Based Health Intervention Strategy through Local Product Diversification for Diabetes Mellitus . Profesional Health Journal, 8(1), 28–38.

Wahidin, M., Achadi, A., Besral, B., Kosen, S., Nadjib, M., Nurwahyuni, A., Ronoatmodjo, S., Rahajeng, E., Pane, M., & Kusuma, D. (2024). Projection of diabetes morbidity and mortality till 2045 in Indonesia based on risk factors and NCD prevention and control programs. Scientific Reports, 14(1). https://doi.org/10.1038/s41598-024-54563-2

Wahidin, M., Achadi, A., Sitorus, N., & Handayani, R. (2022). Overview of diabetes mellitus and its risk factors in Indonesia: An analysis of basic health research data. Southeast Asian Journal of Tropical Medicine and Public Health, 53.

World Health Organization. (2024a, November 13). Urgent action needed as global diabetes cases increase four-fold over past decades. World Health Organization.

World Health Organization. (2024b, November 14). Diabetes. World Health Organization.

Zhou, B., Rayner, A. W., Gregg, E. W., Sheffer, K. E., Carrillo-Larco, R. M., Bennett, J. E., Shaw, J. E., Paciorek, C. J., Singleton, R. K., Barradas Pires, A., Stevens, G. A., Danaei, G., Lhoste, V. P. F., Phelps, N. H., Heap, R. A., Jain, L., D’Ailhaud De Brisis, Y., Galeazzi, A., Kengne, A. P., … Ezzati, M. (2024). Worldwide trends in diabetes prevalence and treatment from 1990 to 2022: a pooled analysis of 1108 population-representative studies with 141 million participants. The Lancet, 404(10467), 2077–2093. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(24)02317-1




DOI: https://doi.org/10.26751/jai.v8i1.3191

Jurnal Abdimas Indonesia indexed by

                

Published by Universitas Muhammadiyah Kudus
Jl. Ganesha Raya No.I, Purwosari, Kec. Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59316

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.