STRATEGI MEMINIMALISASI BULLWHIP EFFECT MENGGUNAKAN METODE CPFR DI MINIMARKET ABC

Anna Nita Kusumawati, Atun Wigati, Muadzah Muadzah

Abstract


Minimarket ABC merupakan usaha yang bergerak dalam bisnis ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari. Minimarket ABC menerapkan metode pemasaran, yaitu mengadakan promo berupa diskon setiap bulan dengan produk yang beragam. Sehingga, Minimarket ABC perlu membeli produk lebih banyak dari biasanya untuk mendapat harga yang lebih murah dari distributor. Dampak dari promo yang diadakan menyebabkan terjadinya penumpukan barang di gudang apabila permintaan konsumen lebih sedikit dari pemesanan yang dilakukan dan apabila permintaan konsumen lebih banyak dari perkiraan, maka akan terjadi kekurangan barang. Fenomena tersebut dinamakan bullwhip effect. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah meminimalisasi bullwhip effect. Metode penelitian yang digunakan, yaitu peramalan permintaan konsumen dan pengendalian persediaan dengan menggunakan kerangka CPFR. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, nilai bullwhip effect pada kondisi awal adalah 1,936. Kemudian dilakukan peramalan permintaan konsumen dan didapatkan metode peramalan terbaik adalah model ARIMA (0,1,1) dengan nilai RMSE sebesar 11.885 dan nilai MAPE sebesar 37.784%. Kemudian dilakukan perhitungan pengendalian persediaan menggunakan safety stock dengan hasil 7 unit dan reorder point saat produk mencapai 8 unit. Sehingga didapatkan nilai bullwhip effect setelah penerapan CPFR sebesar 0,1. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa metode CPFR dapat mengurangi bullwhip effect pada level ritel. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah dapat mencoba model peramalan yang lebih baik, sehingga hasil peramalan akan lebih akurat.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

ISSN : 2746-4954